Selasa, 23 September 2014

Kisah Tauladan Muhammad saw



 Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah,
bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,
sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
”Kalau Nabi berada di rumah,
beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan,
beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar waktu itu.
 Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.
Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
 "Belum ada sarapan ya Khumaira?"
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan')

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." 
Rasulullah lantas berkata,
”Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda,
"sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." 

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :


"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit..."
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" 

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka,
seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
 terus-menerus beribadah,
hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"

Jawab baginda dengan lunak,
"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."


Kisah Teladan Muhammad saw

Assalamualaaikum wr wb alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang masih memberi kita nikmat sampai saat ini. Dan tidak lupa kita selalu hanturkan shalawat kepada nabi kita, rasul kita, suri tauladan kita, idola kita, dialah baginda Muhammad SAW .
Mereka memang generasi-generasi terbaik kata ALLAH yaitu mereka para sahabat rasul yang mendampingi rasul dalam keadaan duka maupun suka...

Dimulai dari Abu bakar ra. Ketika dia dan rasulullah dikejar oleh musuh waktu akan melaksanakan hijrah kemadinah dan sehingga mereka bersembunyi di gua tsur,,yang pada akhirnya Rasulullah dan Abu bakar ra diselamatkan oleh Allah dari kejaran musuh tsb. Sesaat setelah itu karena Rasulullah begitu kelelahan karna pengejaran musuh tadi membuatnya tertidur di pangkuan Abu bakar ra, setelah beberapa lama..tiba2 kaki Abu bakar tersengat oleh kalajengking..yang membuat Abu bakar begitu kesakitan tetapi karna Rasullullah sedang tidur dipangkuannya maka abu bakarpun tidak bergerak sedikitpun,,walaupun harus menahan rasa sakit akibat dari gigitan kalajengking tadi,,bahkan waktu itu Abu bakar sampai mengeluarkan air mata demi menahan rasa sakitnya...tapi dia tidak akan bergeming sedikitpun karena ia takut rasul akan terbangun dari tidurnya,,,Subhanallah..

Yang kedua adalah Talhah bin ubaidillah yang pada saat ketika kaum muslimin terdesak dalam perang uhud dimana rasulullah pada saat itu ingin dibunuh oleh kaum musyrikin yang dipimpin oleh khalid bin walid yang ketika itu khalid bin walid belum masuk islam,,beberapa dari kaum musyirikin pada waktu itu memisahkan diri dari peperangan dan mereka mencari rasulullah dengan berniat untuk membunuhnya. Rasulullah pada saat itu didampingi oleh Talhah bin ubaidillah..dan ketika mereka menemukan rasullah dan Talhah,,mereka langsung menyerang Rasulullah dengan melepaskan anak panah yang sasarannya adalah rasul,,,Dengan segera Talhah bin ubaidillah maju dan menutupi tubuh Rasulullah dengan tubuhnya dengan lantang ia mengatakan tidak akan kubiarkan Rasulullah terluka sambil membusungkan dadanya kedepan sehingga pada saat itu anak2 panah yang ditembakkan oleh kaum musyirikin tadi mengenai dada Talhah bin ubaidillah...beberapa anak panahpun tertancap didada Talhah bin ubaidillah,,melihat situasi seperti itu seseorang dari kaum musyirikin maju dengan maksud menyerang Rasulullah, ia pun mengibaskan pedangnya dengan sasaran adalah Rasul tapi,,seketika itu juga Talhah bin ubaidillah menyambut pedang tadi dengan tangannya sehingga jari-jari Talhah bin ubaidillahpun putus,,dan tidak disangka ada seseorang kaum musyirikin lagi yang menyerang dari samping dengan mengayun-ayunkan mata rantai sehingga tidak terelakkan lagi rasulpun terkena rantai tadi sehingga beberapa mata rantai tertancap di pipi rasullah . Melihat keadaan seperti ini Allahpun mengirim malaikat untuk menolong rasul dan Talhah ,,dengan seketika kaum musyirikin yang menyerang rasul tadi keheranan setelah melihat tangan kawannya putus sendiri..dan merekapun pergi,,,setelah itu dengan tubuh yang terkena anak panah dan jari yang putus Talhah bin ubaidillah melihat darah mengalir dipipi rasul karna terkena ayunan rantai tadi dan ia pun menangis. Dan ketika rasul ingin mencabut mata rantai yang tertancap di pipi rasul tadi Talhah bin ubaidillah pun langsung mengatakan biarkan gigi saya saja ya rasul yang melepaskannya sehingga engkau tidak akan merasa sakit..Dan Talhah bin ubaidillahpun melepaskan mata rantai itu (dua buah mata rantai yang tertancap di pipi rasul) dengan giginya dan ketika satu mata rantai lepas giginyapun tanggal satu begitu juga yang keduanya..sehingga mata rantai terlepas semua dan gigi Talhah bin ubaidillahpun tanggal 2 buah..

Kemudian dia adalah Ukasyah ra.. Waktu itu wahyu terakhir kepada rasul telah turun dan tanda-tanda perpisahan dengan Rasulullah telah terlihat dengan rasul telah sakit-sakitan. Dengan itu rasulpun mengumpulkan semua sahabat untuk bertemu dengannya,,setelah semua sudah terkumpul. Ya Rasulullah kata Abu bakar ra. “apakah dengan turunnya ayat terakhir ini maka membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat, Adakah ini benar ya Rasulullah ?”. Lalu Rasulullah SAW berkata :”Semua yang dikatakan oleh Abu bakar ra. Adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat”. Sehingga para sahabat yang hadir disana serentak menangis mendengar perkataan Rasulullah..Lalu Rasulullah mengatakan seandainya saya mempunyai kesalahan dengan kalian maka sekarang saatnya kalian boleh mengqishashku(membalas)..suasanapun menjadi hening hanya suara tangisan Abu bakar yang masih terdengar ,,,lalu keheningan tersebut pecah ketika Ukasyah ra. Berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah waktu itu ketika Rasulullah ingin memukul unta baginda dengan tongkat, tapi ketika tongkat itu Rasullah ayunkan kebelakang dan tongkat itu mengenai tulang rusukku kata Ukasyah ra, oleh karna itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda.” Rasulullah SAW berkata: “Wahai Ukasyah ra. Saya sengaja memukul kamu”. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra, “Wahai bilal, kamu pergi kerumah Fathimah dan ambilkan tongkatku kemari.” Bilal pun keluar dari masjid menuju kerumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, “Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk dibalas(diqishash).” Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilalpun memberi salam dan mengetuk pintu kemudian Fathimah ra. Menyahut dengan berkata: “Siapakah di pintu?”. Lalu Bilal ra. Berkata: “saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengambil tongkat beliau.” Kemudian Fathimah ra. Berkata :” Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.” Berkata Bilal ra.: “Wahai Fathimah Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash.” Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. Memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.
Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu Rasultillah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata,
"Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul."
Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka Ukasyah langsung memeluk dan mencium tubuh Rasulullah SAW,, Ukasyah berkata ya Rasul biarkan tubuhku yang hina ini menyentuh tubuhmu yang suci ini untuk terakhir kalinya.."Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda.” Sehingga menangislah semua yang hadir.
Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu."
Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga."

Lalu Umar bin khattab yang pada waktu ia mendengar kabar bahwa Rasulullah SAW telah meninggal..Iapun keluar dari rumah dengan membawa pedang dan berkata :”Siapa saja yang mengatakan Rasulullah SAW telah wafat maka saya akan penggal lehernya.”,,padahal pada waktu itu Rasulullah SAW benar-benar telah wafat..dan sebenarnya Umar pun sudah tahu karna ia sebelumnya sudah melihat tanda-tanda bahwa Rasulullah SAW akan meninggal..Tetapi karna rasa cintanya yang begitu besar kepada Rasulullah SAW ia tidak sanggup untuk berpisah dengan Rasulullah SAW. Dan setelah Umar dinasehati oleh Abu bakar tentang hal ini maka Umarpun menerima perpisahan ini.

Kemudian sihitam yang luar biasa dia adalah Bilal ra. Waktu itu Bilal ra. Sudah sakit berat. Didalam sakitnya ia selalu didampingi oleh istrinya,,hingga sakaratul mautpun menjemput,,,ketika Bilal ra. Hendak dicabut nyawanya dan sakaratul maut pun telah mendekat. Istri bilal pun menangis,,Tapi bilal tersenyum dan berkata :” Wahai istriku kamu tidak usah bersedih karna sesungguhnya inilah saat2 yang kutunggu”. Lalu istrinya berkata:” kenapa begitu?”...dan Bilalpun menjawab “Karna saat pertemuanku dengan Rasulullah SAW telah dekat,,aku sangat rindu padanya.”

“Subhanallah”,,Sungguh Luar biasa cinta para sahabat kepada Rasulullah SAW,,,semoga kita sebagai umat Rasulullah SAW dapat mengaplikasikan cinta kita dengan banyak-banyak bershalawat dan melaksanakan sunnahnya. Amin...S

Abu Bakar dan Pengemis Yahudi





Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".



Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau Rasulullah SAW wafat.



Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.



Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya,

"anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,

"Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah

lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a.



Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.



Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya.

Ketika

Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a

menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku",

jawab si pengemis buta itu.



Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.



Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.



Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a






Surat Cinta

                                                   Sayangkamu, 17 Ramadhan 14xx
Hal            : Surat Cinta
Lampiran    : Sepenuh Hati

Jalan Terkasih No 99 Fatha Almukarrom

Dengan Cinta ,
Setibanya surat kasih sayang ini saya mohon kepada yang tercinta untuk hadir di My Heart dengan  membawa lampiran tanda anda mencintai saya dan mohon untuk di ajukan pada;
Hari              : Saat kamu meminang saya dengan bismillah
Tanggal     : Saat kamu ikrarkan janjimu untuk mencintai dan menyayangi saya                  segenap hati
Tempat          : Rumah Allah SAW Al-mukarrom
Demikian surat kasih sayang ini saya buat . Besar harapan saya anda menjadi belahan hati saya dunia akhirat. Atas perhatiannya dan kasih cintanya saya ucapka terimakasih.

Dengan Setulu Hati

       Mencintaimu karena Allah ..

Contoh Surat Izin Penelitian






Perihal             : Permohonan Ijin Penelitian                                                    Serang,  November 2008


Kepada            :
Yth. Bapak Direktur Sekolah Pasca Sarjana
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
c.q. Ketua Program Studi Pengembangan Kurikulum
Di
      Bandung



Dengan Hormat,

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama
:
SUMARSO, S.Pd.
NIM
:
0706285
Program Studi
:
Pengembangan Kurikulum
Judul Thesis
:
EFEKTIVITAS  METODE   PERMAINAN  KEPALA   BERANJAU TERHADAP HASIL BELAJAR PASING ATAS BOLA VOLI
(Studi Eksperimen di SMP Negeri 1 Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang)
Dosen Pembimbing I
:
DR. Wina Sanjaya, M.Pd.
Dosen Pembimbing II
:
DR. H. Ayi Suherman, M.Pd.

Bersama ini saya memohon kepada Bapak untuk dapat kiranya memberikan Surat Ijin Penelitian demi kelancaran proses penyelesaian Thesis saya tersebut.
Demikian surat ini saya sampaikan, atas segala perhatian dan kebijaksanaannya, saya mengucapkan banyak terima kasih.





Hormat saya,




                                                                                    SUMARSO, S.Pd.